Buanauyelindo, STIKOM Uyelindo Kupang berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Penguatan Kolaborasi Global Bidang Sains dan Teknologi yang diselenggarakan melalui kerja sama antara Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Nusa Cendana (UNDANA), serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 13–17 Juli 2026 di Hotel Sotis Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan Bimtek dihadiri oleh Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi serta Kepala LLDIKTI Wilayah XV secara daring. Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana diwakili oleh Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III, didampingi Kepala LP3M Universitas Nusa Cendana, pejabat LLDIKTI Wilayah XV, para narasumber, serta 60 peserta yang terdiri atas 30 dosen dan 30 tenaga kependidikan dari 31 perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur, meliputi 5 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 26 perguruan tinggi swasta (PTS). Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia, STIKOM Uyelindo Kupang menugaskan empat orang peserta, yaitu dua dosen, Dr. Jimi Asmara, M.Kom. dan Semlinda J. Bulan, M.Kom., serta dua tenaga kependidikan, Siti Mariani A. Ujan, S.S., M.M. dan Johannes V. A. Nanggi Ang, S.Kom., untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Bimtek.
Kegiatan diawali dengan penyampaian laporan panitia, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur Bina Talenta Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Dr. Ir. Adi Nuryanto, M.T., Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng., serta sambutan sekaligus pembukaan resmi kegiatan oleh Rektor Universitas Nusa Cendana yang diwakili oleh Wakil Rektor III, Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si. Dalam sambutannya, Dr. Rudi Rohi menegaskan bahwa perguruan tinggi di wilayah timur Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur, masih menghadapi berbagai tantangan dalam membangun kerja sama internasional. Tantangan tersebut meliputi keterbatasan kapasitas komunikasi dalam bahasa asing, kemampuan membangun jejaring global, serta penguatan rekognisi akademik di tingkat internasional. Oleh karena itu, pelaksanaan Bimtek ini tidak hanya dipandang sebagai pelatihan yang berorientasi pada aspek administratif, tetapi juga sebagai langkah strategis dan fundamental dalam mempersiapkan perguruan tinggi menghadapi dinamika pendidikan tinggi di tingkat global. Beliau juga menegaskan bahwa Universitas Nusa Cendana memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong internasionalisasi perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur melalui penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan jejaring kerja sama internasional. Harapannya, kegiatan Bimtek ini mampu memberikan manfaat bagi peserta maupun institusi asalnya dalam membangun kolaborasi yang berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan tinggi dan pembangunan nasional. Rangkaian pelatihan diawali dengan penyampaian arahan umum serta penjelasan teknis pelaksanaan Bimtek oleh Drs. Ruben Silitonga, M.Com. Selanjutnya, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi dalam pengelolaan kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi. Materi yang diberikan meliputi teknik komunikasi internasional, keterampilan bernegosiasi, pemetaan potensi kerja sama sains dan teknologi, penyusunan proposal dan program kerja sama internasional, etika dan integritas dalam kerja sama global, administrasi perjalanan luar negeri, pengelolaan dokumen legal perjalanan internasional, monitoring dan evaluasi kerja sama melalui sistem informasi kerja sama, serta pemaparan berbagai praktik baik (best practices) dalam penyelenggaraan kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi. Untuk menjamin kualitas pelaksanaan kegiatan, Bimtek menghadirkan narasumber yang merupakan akademisi dan praktisi berpengalaman dari berbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gunadarma, dan Universitas Nusa Cendana. Metode pembelajaran dilaksanakan secara interaktif melalui presentasi materi, diskusi, sesi tanya jawab, studi kasus, serta penugasan mandiri yang bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengimplementasikan kerja sama internasional di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Selama lima hari pelaksanaan kegiatan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang sangat baik. Hal tersebut terlihat dari tingginya keterlibatan peserta dalam diskusi, penyampaian pertanyaan, serta berbagi pengalaman terkait pelaksanaan kerja sama internasional di institusi masing-masing. Selain memperoleh wawasan baru, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring profesional dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Berdasarkan hasil monitoring, evaluasi, serta penilaian terhadap seluruh rangkaian kegiatan, seluruh peserta dinyatakan berhasil menyelesaikan Bimbingan Teknis dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan keberhasilan tersebut, setiap peserta memperoleh sertifikat sebagai bukti telah mengikuti dan memenuhi seluruh persyaratan kegiatan. Kegiatan Bimbingan Teknis secara resmi ditutup oleh Rektor Universitas Nusa Cendana yang diwakili oleh Kepala Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M), Dr. Ir. Jacob M. Ratu, M.Kes. Penutupan kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama yang melibatkan seluruh peserta, narasumber, pejabat yang hadir, serta panitia penyelenggara sebagai bentuk dokumentasi dan penguatan komitmen bersama dalam membangun jejaring kolaborasi antarpenguruan tinggi. Partisipasi STIKOM Uyelindo Kupang dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi dalam meningkatkan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, khususnya dalam pengembangan kerja sama internasional di bidang sains dan teknologi. Pengetahuan, keterampilan, serta jejaring yang diperoleh selama mengikuti Bimtek diharapkan dapat diimplementasikan untuk mendukung peningkatan kualitas tata kelola kerja sama internasional, memperluas kemitraan strategis, serta memperkuat daya saing STIKOM Uyelindo Kupang di tingkat nasional maupun internasional.*NNA.